<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AL-KHUSNA.COM</title>
	<atom:link href="http://ikhsan82.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ikhsan82.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Kalangan Pelajar dan Umum</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Apr 2008 16:15:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ikhsan82.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AL-KHUSNA.COM</title>
		<link>http://ikhsan82.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ikhsan82.wordpress.com/osd.xml" title="AL-KHUSNA.COM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ikhsan82.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perbedaan Amaliyah</title>
		<link>http://ikhsan82.wordpress.com/2008/03/24/perbedaan-amaliyah/</link>
		<comments>http://ikhsan82.wordpress.com/2008/03/24/perbedaan-amaliyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 17:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhsan82</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhsan82.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[FIKIH IKHTILAF [Memahami Perselisihan Pendapat] Ikhtilaf memiliki beberapa makna yang saling berdekatan, diantaranya ; tidak sepaham atau tidak sama. Anda bisa mengatakan *khalaftuhu-mukhalafatan-wa khilaafan* atau *takhaalafa alqaumi wakhtalafuu *apabila masing-masing berbeda pendapat dengan yang lainnya. Jadi *ikhtilaf* itu adalah perbedaan jalan, perbedaan pendapat atau perbedaan manhaj yang ditempuh oleh seseorang atau sekelompok orang dengan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhsan82.wordpress.com&amp;blog=2558863&amp;post=26&amp;subd=ikhsan82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FIKIH IKHTILAF [Memahami Perselisihan Pendapat]</p>
<p>Ikhtilaf memiliki beberapa makna yang saling berdekatan, diantaranya ;<br />
tidak sepaham atau tidak sama. Anda bisa mengatakan *khalaftuhu-mukhalafatan-wa<br />
khilaafan* atau *takhaalafa alqaumi wakhtalafuu *apabila masing-masing<br />
berbeda pendapat dengan yang lainnya. Jadi *ikhtilaf* itu adalah perbedaan<br />
jalan, perbedaan pendapat atau perbedaan manhaj yang ditempuh oleh seseorang<br />
atau sekelompok orang dengan yang lainnya.</p>
<p>*Kaidah-Kaidah Untuk Memahami Ikhtilaf [Perselisihan Pendapat]</p>
<p>*<br />
*1*. Ikhtilaf adalah perkara yang kauni (*sunnatullah*), sedangkan<br />
mencegahnya merupakan perkara yang syar&#8217;i.<br />
Dengan kehendak dan hikmah-Nya yang tepat, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah<br />
menakdirkan ummat ini berpecah belah sebagaimana halnya (kaum) ahli kitab<br />
sebelumnya telah berpecah belah. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>*&#8221;Artinya : Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat<br />
yang satu, tetapi mereka senantiasa beselisih pendapat, kecuali orang-orang<br />
yang diberi rahmat oleh Rabbmu, Dan untuk itulah Allah menciptakan<br />
mereka&#8221; *[Hud<br />
: 118-119]</p>
<p>Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa<br />
sallam bersabda.</p>
<p>*&#8221;Artinya : Kaum Yahudi terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, kaum Nashara<br />
terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73<br />
golongan&#8221; *[Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan<br />
lainnya]</p>
<p>Dalam suatu riwayat :</p>
<p>*&#8221;Mereka semua di neraka kecuali satu millah, para shahabat bertanya :<br />
&#8220;siapakah dia ya Rasulullah ?&#8221; beliau menjawab : &#8220;(yaitu) orang-orang yang<br />
berada diatas jalanku dan shahabatku&#8221;*</p>
<p>Dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri Radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi<br />
wa sallam bersabda.</p>
<p>*&#8221;Artinya : Sungguh kalian pasti akan mengikuti jalan orang-orang sebelum<br />
kamu, jengkal demi jengkal, hasta demi hasta sehingga seandainya mereka<br />
masuk kedalam lubang biawak, kalian pasti akan memasukinya (juga). Para<br />
shahabat bertanya : &#8220;Wahai Rasulullah, Yahudi dan Nashara-kah?&#8221;. Beliau<br />
menjawab : &#8220;Siapa lagi ?&#8221;* [Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim]</p>
<p>Meskipun perpecahan ini terjadi sesuai dengan *sunatullah *yang *kauni*,<br />
namun (sebenarnya) Allah melarang terjadinya perpecahan ini dalam Al-Qur&#8217;an<br />
dan Sunnah Nabi-Nya, memerintahkan supaya berpegang teguh pada jalan *Firqatun<br />
Naajiyah Al-Manshurah *(kelompok yang mendapat pertolongan), dan memberikan<br />
tanda-tanda pada golongan ini sehingga orang yang ikhlas hatinya dalam<br />
mencari kebenaran tidak akan tersesat (salah pilih).</p>
<p>Ada sebagian orang yang meragukan keabsahan hadist *iftiraq *(perpecahan)<br />
ini, akan tetapi orang yang betul-betul memperhatikan jalur-jalur<br />
periwayatannya akan memastikan keabsahannya, terutama karena di sana<br />
terdapat hadits-hadits shahih yang masyhur yang menerangkan tentang<br />
keserupaan umat ini dengan umat-umat sebelumnya. Diantaranya yang paling<br />
menonjol ialah tentang fenomena munculnya *iftiraq *(penyimpangan) dari<br />
manhaj yang haq. Padahal Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah melarang *tasyabbuh<br />
*(menyerupai umat-umat terdahulu) ini dengan firman-Nya.</p>
<p>*&#8221;Artinya : Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai<br />
dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka<br />
itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat&#8221; *[Ali Imran : 105]</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Katsir Rahimahullah berkata : &#8220;Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<br />
telah melarang umat ini menyerupai umat-umat yang telah lewat dalam *iftiraq<br />
*(perpecahan) dan *ikhtilaf *(perselisihan) mereka dan dalam meninggalkan *amar<br />
ma&#8217;ruf *serta *nahi mungkar, *setelah *hujjah* tegak atas mereka&#8221; [*Tafsir<br />
Al-Qur'an Al-Azhim I/390*]<br />
Allah berfirman.</p>
<p>*&#8221;Artinya : Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,<br />
yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi<br />
beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada<br />
golongan mereka&#8221; *[Ar-Ruum : 31-32]</p>
<p>Syaikh As-Sa&#8217;di berkata : &#8220;Padahal agama ini hanya satu yaitu memurnikan<br />
ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, lalu orang-orang musyrik ini<br />
memecah-mecahnya, diantara mereka ada yang menyembah berhala dan patung, ada<br />
yang menyembah matahari dan bulan, ada yang menyembah para wali dan<br />
orang-orang shaleh, ada yang Yahudi dan ada yang Nasharani. Oleh karenanya<br />
Allah berfirman : [*wakanuu syiyaan*] maksudnya masing-masing golongan<br />
membentuk kelompok dan membuat *ta&#8217;ashub* (fanatisme) untuk membela<br />
kebathilan yang ada pada mereka, dan menyingkirkan serta memerangi kelompok<br />
lainnya. [*kullu khizbin*] masing-masing kelompok. [*bimaa ladaiyhim*]<br />
dengan ilmu (nya masing-masing) yang menyelisihi ilmunya para rasul, [*<br />
farihuun*] berbangga. Dengan sikap ini, masing-masing mereka menghukumi<br />
bahwa kelompoknyalah yang benar, sedangkan kelompok lain berada dalam<br />
kebathilan. Disini terdapat peringatan bagi kaum muslimin agar tidak<br />
bercerai berai dan berpecah belah menjadi *firqah-firqah*, dimana<br />
masing-masing *firqah* bersikap fanatik terhadap apa yang ada pada mereka,<br />
baik berupa kebenaran maupun kebatilan. Sehingga (dengan perpecahan ini<br />
-pent) jadilah kaum muslimin ber*tasyabbuh* (serupa) dengan orang-orang<br />
musyrik dalam hal perpecahan. Padahal dien (agama) ini satu, rasulnya satu,<br />
sesembahannya satu, kebanyakan persoalan dien (agama) pun telah *ijma *diantara<br />
para ulama dan para imam, dan *ukhuwah Imaniyah *juga telah diikat oleh<br />
Alllah dengan sesempurna-sempurnanya ikatan, kenapa semua itu di sia-siakan<br />
? Malahan dibangun perpecahan diantara kaum muslimin, dibangun<br />
masalah-masalah yang samar atau (dia bangun persoalan-persoalan) *furu&#8217;<br />
khilafiyah, *yang (atas dasar itu kemudian) sebagian kaum Muslimin<br />
menganggap sesat sebagian lainnya, dan masing-masing menganggap dirinyalah<br />
yang istimewa dibanding yang lain. tidak lain ini merupakan godaan setan<br />
yang terbesar, dan merupakan tujuan setan paling utama untuk memperdaya kaum<br />
muslimin?&#8221;. [*Tafsir Al-Karim Ar-Rahman fi Tafsir Kalam Al-Manaan*]</p>
<p>*2*. Tidak Semua *Ikhtilaf* adalah *Iftiraq*<br />
Dan itu ada karena Ikhtilaf merupakan lafazh yang masih umum, mencakup<br />
beberapa macam (makna), satu diantaranya adalah *iftiraq. Iftiraq *menurut<br />
bahasa berasal dari kata *mufaraqah* yang artinya perpecahan dan perpisahan.<br />
Sedangkan menurut istilah para ulama&#8217; *iftiraq* adalah keluar dari Sunnah<br />
dan Jama&#8217;ah pada salah satu ushul (pokok) dari perkara-perkara ushul yang<br />
mendasar, baik dalam aqidah ataupun amaliyah.</p>
<p>Sangat disayangkan, ada sebagian *thalabatul ilmi *(penuntut ilmu syar&#8217;i)<br />
yang menghukum pada beberapa masalah *ikhtilaf *yang diperbolehkan<br />
sebagai *iftiraq.<br />
*Ini adalah kesalahan yang fatal. Penyebabnya adalah ketidaktahuan mereka<br />
tentang prinsip-prinsip *iftiraq, *kapan dan bagaimana bisa terjadi *iftiraq<br />
*? Demikian juga (penyebabnya adalah -pent) ketidaktahuan mereka tentang<br />
masalah yang diperbolehkan *ikhtilaf* dan masalah yang tidak<br />
diperbolehkan *ikhtilaf.<br />
*Keterangan berikut ini akan membuat perbedaan antara *ikhtilaf *yang<br />
diperbolehkan dengan *iftiraq *menjadi jelas.</p>
<p>*a*). *Iftiraq *tidak akan terjadi kecuali pada *ushul kubra kulliyah<br />
*(pokok-pokok<br />
yang besar dan mendasar) yang tidak ada peluang untuk diperselisihkan.<br />
Pokok-pokok yang telah jelas berdasarkan nash *qathi *atau *ijma&#8217;* atau<br />
telah jelas sebagai manhaj ilmiah *Ahlus sunnah wal Jama&#8217;ah* yang tidak lagi<br />
diperselisihkan (oleh Ahlus Sunnah) mengenainya. Berdasarkan hal itu, maka<br />
seorang muslim tidak boleh dicela sebagai yang termasuk *firqah* binasa<br />
(sesat) kecuali jika perbuatan *bid&#8217;ah*-nya pada masalah-masalah berikut :<br />
Pada masalah yang bersifat mendasar dalam agama, atau pada salah satu<br />
kaidah syari&#8217;ah, atau pada pokok syari&#8217;ah, baik secara total atau dalam<br />
banyak bagian-bagiannya, dimana ia terbiasa bersikap menentang terhadap<br />
banyak persoalan syari&#8217;ah.<br />
Syaikhul Islam pernah ditanya tentang batasan *bid&#8217;ah* yang mengakibatkan<br />
orangnya dianggap ahlul ahwa&#8217; (pengekor hawa nafsu), beliau menjawab : *&#8221;Bid&#8217;ah<br />
*yang mengakibatkan orangnya dianggap ahlul ahwa&#8217; (pengekor hawa nafsu)<br />
adalah *bid&#8217;ah *penyimpangannya dari Al-Qur&#8217;an dan Sunnah masyhur dikalangan<br />
ahli sunnah, seperti *bid&#8217;ah*-nya *Khawarij, Rafidhah, Qadariyah, Murji&#8217;ah<br />
&#8230;.&#8221;* [Majmu Fatawa XXXV/414]</p>
<p>*b*). *Ikhtilaf* (perselisihan pendapat) yang diperbolehkan itu bersumber<br />
dari ijtihad dan niat yang baik, dan orang yang salah akan diberi pahala<br />
apabila ia mencari kebenaran. Sementara *Iftiraq *(perpecahan) tidak terjadi<br />
dari kesungguh-sungguhan dalam mencari kebenaran dan niat yang baik, dia<br />
timbul dari mengikuti hawa nafsu.</p>
<p>*c*). *Iftiraq* berkaitan erat dengan ancaman Allah, dan semua<br />
*iftiraq*menyimpang serta binasa, adapun<br />
*ikhtilaf *yang diperbolehkan tidaklah seperti itu betapapun hebat *ikhtilaf<br />
* yang terjadi diantara kaum muslimin. [*Perbedaan diantara keduanya telah<br />
dijelaskan oleh Syaikh Nashr Al-Aql dalam muhadharah (ceramah) yang sangat<br />
berharga "Mafhumul Iftiraq* kemudian muhadharah itu dicetak dalam bentuk<br />
buku*]</p>
<p>*3*. Kebenaran Itu Hanya Satu, Tidak Terbilang.</p>
<p>Walaupun dalam perkara-perkara praktis. Ini adalah perkara yang jelas.<br />
Sebagian orang [1] ada yang berpendapat bahwa semua mujtahid (orang yang<br />
pantas untuk berijtihad -pent) itu benar. Ini adalah bualan belaka yang<br />
tidak perlu dijelaskan. Sekalipun demikian, kami akan bawakan dalil atas<br />
kebathilannya yang sebenarnya banyak, (namun kami sebutkan satu)<br />
diantaranya.</p>
<p>*&#8221;Artinya : Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur&#8217;an ? Kalau kiranya<br />
Al-Qur&#8217;an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan<br />
yang banyak di dalamnya&#8221;* [An-Nisa' : 82]</p>
<p>Kandungan ayat itu sangat jelas. Dengan demikian, setiap hal yang padanya<br />
terjadi *ikhtilaf tadhadh *(perselisihan pendapat kontrakdiktif), maka<br />
kebenaran yang ada padanya hanya satu, karena apapun yang berasal dari<br />
Allah, tidak akan ditemukan *ikhtilaf* padanya. Akal yang sehat pasti sesuai<br />
(sepakat) dengan dalil naql yang sharih dalam menolak *ikhtilaf* padanya.<br />
(Misalnya) dikatakan kepada Zaid (hanya contoh) : &#8220;Jika anda melakukan<br />
pekerjaan ini maka anda mendapat pahala dan berada di syurga, tetapi pada<br />
saat yang sama anda mendapat dosa dan berada di neraka. (Ini jelas tidak<br />
mungkin). Dan tidak mungkin pula terjadi, dengan satu pekerjaan seseorang<br />
berbuat maksiat, sementara pada saat yang sama, dalam pekerjaan yang sama<br />
dia juga berbuat ta&#8217;at kepada Allah&#8221; [2]<br />
Inilah kaidah tertpenting yang terhitung sebagai jalan masuk untuk memahami<br />
*ikhtilaf.</p>
<p>*<br />
Disalin dari Majalah Al-Ashalah tgl 15 Dzul Hijjah 1416H, edisi 17/Th. III<br />
hal 78-79, karya Salim bin Shalih Al-Marfadi, dan dimuat di Majalah<br />
As-Sunnah edisi 06/Tahun V/1422H/2001M hal.22-24 diterjemahkan oleh Ahmad<br />
Nusadi, artikel ini merupakan bagian pertama dari tiga bagian.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Fote Noote :</p>
<p>  1. Diantaranya Quthb Ash-Shufiyah Asy-Sya&#8217;rani dalam kitabnya &#8220;Mizan&#8221;.<br />
  2. Lihat pembahasan yang bagus tentang kaidah ini dalam Kitab Al-Ihkam<br />
  fi Ushul Al-Ahkam, karya Ibnu Hazm V/68, dan juga Kitab Jami&#8217; Bayan Al-Ilmi<br />
  wa Fadhlihi, karya Ibnu Abdil Barr : Bab Dzikri Ad-Dalil fi Aqwal As-Salaf<br />
  &#8216;ala Anna Al-Ikhtilaf Khatha&#8217; wa Shawab.<br />
<!--X-Body-of-Message-End--><!--X-MsgBody-End--><!--X-Follow-Ups--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ikhsan82.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ikhsan82.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhsan82.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhsan82.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhsan82.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhsan82.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhsan82.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhsan82.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhsan82.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhsan82.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhsan82.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhsan82.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhsan82.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhsan82.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhsan82.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhsan82.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhsan82.wordpress.com&amp;blog=2558863&amp;post=26&amp;subd=ikhsan82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhsan82.wordpress.com/2008/03/24/perbedaan-amaliyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61220f92fdd9a44af3aa9e32342bf1b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhsan82</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Hidup</title>
		<link>http://ikhsan82.wordpress.com/2008/01/20/pengalaman-hidup/</link>
		<comments>http://ikhsan82.wordpress.com/2008/01/20/pengalaman-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 04:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhsan82</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENGALAMAN ORGANISASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhsan82.wordpress.com/2008/01/20/pengalaman-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[SAAT AKU KECIL Aku dilahirkan di Banyumas tepatnya hari Kamis Pahing tanggal 08 Februari 1982 di Desa Pasir Kulon Rt 02 Rw 02 Kecamatan Karanglewas. Aku anak kelima 6 dari 7 bersaudara 4 laki-laki dan 3 perempuan tapi yang perempuan satunya meniggal saat aku berumur 6 tahun saat itu aku sudah duduk di kelas 2 Madrasah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhsan82.wordpress.com&amp;blog=2558863&amp;post=12&amp;subd=ikhsan82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>SAAT AKU KECIL</strong></p>
<p align="left">Aku dilahirkan di Banyumas tepatnya hari <strong>Kamis Pahing</strong> tanggal 08 Februari 1982 di Desa Pasir Kulon Rt 02 Rw 02 Kecamatan Karanglewas. Aku anak kelima 6 dari 7 bersaudara 4 laki-laki dan 3 perempuan tapi yang perempuan satunya meniggal saat aku berumur 6 tahun saat itu aku sudah duduk di kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah. Kedua orang tuaku memberi nama aku dengan nama IKHSANUDIN sebuah nama yang dalam agama islam berarti <em>Kebaikan Agama </em>rasanya berat aku menyandang nama itu tapi aku bersyukur semoga dengan nama itu segala tabiat aku sesuai dengan arti namaku. Ikhsan kecil kemudian tumbuh besar sejak umur 3 tahun aku sudah di tinggal oleh Ibu saat itu aku tidak tahu kemana ibu aku pergi aku masuk sekolah disaat aku berumur 5 tahun dengan tanpa melalui jenjang TK tapi langsung ke tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Ikhsan 5 tahun saat itu aku melihat teman-teman aku sekolah aku belum aku pengin sekali sekolah, Pak De aku kasihan melihat aku lalu aku ditanya oleh Pak De aku  dengan pertanyaan yang sangat menyenangkan aku ditawari masuk sekolah padahal pada saat itu aku tidak punya uang ibu aku sedang pergi ke Arab Saudi untuk mencari uang aku senang sekali akhirnya aku sekolah. Selesai sekolah</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ikhsan82.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ikhsan82.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhsan82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhsan82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhsan82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhsan82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhsan82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhsan82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhsan82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhsan82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhsan82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhsan82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhsan82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhsan82.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhsan82.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhsan82.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhsan82.wordpress.com&amp;blog=2558863&amp;post=12&amp;subd=ikhsan82&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhsan82.wordpress.com/2008/01/20/pengalaman-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61220f92fdd9a44af3aa9e32342bf1b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhsan82</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
